PEKANBARU, 18 Juni 2026 (3 Muharram 1448 H) – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti acara pelepasan serta perpisahan santri tahfizh tahun ini. Momentum krusial ini menandai selesainya satu babak perjuangan akademis dan spiritual bagi para lulusan, sekaligus menjadi awal dari perjalanan baru mereka di jenjang berikutnya.
Tahun ini, prosesi kelulusan meluluskan total 38 santri dengan rincian sebagai berikut:
- 27 Santri dari kelas Delima
- 11 Santri dari kelas Garuda sakti
Pesan Mendalam dari Kabag Tahfizh
Dalam sambutannya, Kepala Bagian (Kabag) Tahfizh, Ustadz Iskandar Abdul Karim, Lc., menyampaikan serangkaian pesan emosional sekaligus penuh motivasi yang ditujukan kepada para lulusan, guru, dan orang tua murid.
1. Menjadi Bagian dari Penjaga Al-Qur’an
Ustadz Iskandar mengingatkan kembali esensi utama dari menghafal Kitab Suci.
“Cara Allah subhanahu wa ta’ala menjaga Al-Qur’an adalah dengan menjaga siapa saja yang menjaga Al-Qur’an,” tutur beliau.
Beliau menekankan bahwa kelebihan dan kekurangan akan selalu ada dalam setiap proses belajar, namun niat tulus untuk menjaga kalam-Nya adalah hal yang utama.
2. Ukhuwah yang Tak Boleh Putus
Perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya. Ustadz Iskandar menegaskan bahwa berpisah dari sekolah bukan berarti berpisah selamanya. Ikatan ukhuwah islamiyah harus tetap tersambung erat meskipun di luar lingkungan tahfizh.
3. Jaga Adab dan Ingat Jasa Guru
Kepada para ananda lulusan, beliau berpesan untuk selalu menjaga adab di mana pun berada.
“Tetaplah beradab kepada guru kalian di mana pun ananda berada. Sebab, guru-guru pada masa Sekolah Dasar atau di tahfizh ini akan jauh lebih berkesan dan paling diingat bagi kita.”
Beliau juga mengingatkan kepada rekan-rekan ustadz dan ustadzah bahwa perjuangan mendidik tidak boleh terhenti seiring dengan lulusnya anak-anak dari sekolah tercinta ini.
4. Konsistensi Menjaga Hafalan
Pesan krusial lainnya adalah imbauan tegas untuk tetap menjaga hafalan. Beliau berpesan agar para santri jangan sampai membiarkan hafalan yang telah diperjuangkan dengan susah payah hilang begitu saja.
Pengembalian Tanggung Jawab kepada Orang Tua
Menutup arahannya, Ustadz Iskandar Abdul Karim memberikan pesan khusus kepada para wali murid. Momentum pelepasan ini secara simbolis menandai dikembalikannya tanggung jawab pendidikan penuh ke tangan ayah dan bunda sekalian.
Orang tua diimbau untuk mendampingi anak-anak di rumah agar terus selalu menjaga hafalan, menjaga adab, serta mengarahkan mereka ke arah yang baik demi masa depan yang diridhai Allah SWT.
Selamat kepada para lulusan Tahfizh Umar bin Khattab Riau. Semoga ilmu dan hafalan yang diraih menjadi berkah serta penuntun jalan di masa depan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

